Kamis, 19 Januari 2017

2017, Mari Bangun dan Berperang (lagi)

2016 sudah berakhir, 2017 sudah hadir

Indonesia akan menjadi kekuatan no 6 di dunia  saat 2030. Memiliki 113 juta pekerja terampil dan 135 juta kelas menengah serta 1,8 Trilyun dollar pasar konsumen atau 36 kali lipat dari pasar konsumsi 2013.


ya itulah sebabnya sekarang produsen produsen negara lain sedang berinvestasi di sini.
Kawasan industri pun merbak di mana-mana. Lihat saja sekitar karawaci, laris manis semua


kalau anda lihat data UMKM di web kementerian koperasi (entah kenapa, sampai hari ini data terbaru adalah data 2013 dan itupun sangat sementara)

90% lebih tenaga kerja kita berada di sektor umkm dan menyumbang sekitar 60% PDB
Industri besar hanya sekitar 3% tenaga kerja dan menyumbang hampir 40% PDB


Artinya, sebagian besar orang kita ada di UMKM. 

Itulah alasan kenapa tahun 2017 ini saya ingin memabantu para UMKM. 
Insha Allah 2017 ini blog tentang UMKM akan memperoleh 1 juta pengunjung perhari. ini adalah fitur yang akan saya buat 

1. Penjelasan lengkap semua jenis umkm, Mulai dari peluang usaha, cara memulai, tips trik, kisah sukses, cara memperoleh modal, memimpin, dan mengelola organisasi. 

2. Iklan gratis untuk para pemilik franchise
tahukah anda,, ada blog bagus tentang  UMKM sejak 2012, menurut penjelasan pemilik, blognya berpengunjung sekitar 10rb unique visitor per hari.
Artikelnya memang bagus dan penempatan iklannya oke. saya tanya, berapa harga iklan franchise di sana. 1,5 juta rupiah perbulan

Membuat wadah para franchise dan menggratiskannya, mohon doanya

inspirasi saya adalah : tokopedia keren karena dia gratis. google juga. Internet explorer dulu mengalahkan netflix juga karena gratis

3. mengumpulkan orang-orang terbaik untuk membuat blog ini nantinya berhasil. Masalah coding dan content saya akan membayar para profesional, biukan lagi bikin sendiri dan  jasa content writer. 

saya berharap besar, blog itu nantinya akan mengangkat para pelaku UMKM agar bisa menang memperebutkan pasar indonesia di 2030
Mohon doanya, amiin

Saat ini blog tersebut berpengunjung antara 7000 - 10.000 pengunjung perhari. itu adalah hasil tidak serius selama 2016 kemarin, karena fokus saya terpecah di 2016 lalu. 

itu tadi 2017
-------------

2016 sudah berakhir, inilah yang saya lakukan.
kalau boleh jujur, produktifitas saya naik drastis pada akhir tahun. Itu adalah efek setelah saya dianter pacar saya ke toko buku dan membeli 7 effective karangan stephen covey.

akhirnya saya sadar, selama ini saya didrive oleh keadaaan. hidup saya sangat tidak terencana sehingga saya pun ikut rencana orang lain. Contohnya : beberapa kali, uang lembur saya paling banyak di kantor --> it's mean saya menghabiskan banyak waktu di kantor. ini karena saya mengerjakan semuanya sendirian, yes sendirian. sudah hasilnya ga bagus-bagus amat, lama pula

lalu stephen covey mengajarkan 7 prinspinya, yang paling penting adalah mengenai respon dan delegasi, percaya pada orang lain. 
hasilnya, semuanya lebih cepat, saya pulang sebelum jam 6, lebih bagus, oke dan teroraganisir
saya bisa pulang ke kosan dan melanjutkan internet marketing ini sambil mendengarkan cerita akhir jaman dari bapak zulkifli muhammad ali dan sejararah dunia dari bapak khalid basalamah

kalau anda tanya, tahun ini saya ingin baca 1 buku saja, apa itu. Jawaban saya : 7 Highly effective habbits, karangan alm. stephen covey

--------------
ini yang saya lakukan di 2016
1. Januari, saya membuat 2 blog wallpaper, alhamdulillah, hampir 200 dollar perbulan dari 2 blog ini

2. februari saya membuat tulisan berseri mengenai aplikasi online pajak, lumayan dapat 200 dolar lebih saat bulan maret dan april. saya menaruhnya di blog tentang umkm tadi

3. ingin mengulang blog di poin 1, saya membuat 5 blog .xyz alhamdulillah dapat trafik lalu semuanya deindex. hasilnya 0, 

4. masih ingin mengulang nomor 1,  
saya membuat 100 blogspot wallpaper, gratis, --> hasilnya : tidak bertrafik dan adsensenya banned. 

5. membuat 10 blog wallpaper, yang 3 sama dengan poin 1, yang 7 di hostingan yang lebih murah. 
Hasilnya : 1 blog berpengunjung sama dengan blog di poin 1. hanya saja, hasilnya cuma 40dolar sebulan. sisanya masih perlu doa

6. Mengupload 80 video wallpaper di youtube.. belum ada adsense


7. membuat 5 blog wallpaper, teknik dan hosting sama persis dengan blog nomor 1. hanya saja niche beda

membiarkan blog umkm saya diam saja, dan berpengunjung 7000an uv/day. dengan tampilan seadanya
-----------


Saya akan maju berperang lagi
1. Blog UKM berpengunjung 1 juta / day
2. Keterima d4
3. Investasi hijau
4. prepare nikah
5. Bapak ibu lunas haji








Read More »

Selasa, 22 Desember 2015

i;m Frustated

i;, Frustated AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGH
Read More »

Rabu, 24 September 2014

Target November 2014

Alhamdulillah, dua hari ini Tri Aon Trouble dan kebetulan banget Telkomsel saya habis. Entah apa yang terjadi 2 hari ini, setiap mau membeli kartu pasti ada aja hal yang membuatnya batal

Oleh karena trouble itulah saya akhirnya berhenti selama 2 hari dari aktifitas internet marketing, berhenti riset keyword dan persiapan launch web baru.

Hal-hal yang saya lakukan tanpa internet
1. frustated dan sebel sih, tapi saya ingat. dunia nyata itu ga bisa protes seenaknya, ga kayak sekolahan

2. baca buku :  Alhamdulillah saya khatam buku Unfair advantagenya Robert T Kiyosaki dan mendapat banyak sekali pencerahan, terutama tentang pentingnya Aset dan bahaya memegang uang cash terlalu lama

buku tersebut memberitahukan kekonyolan sebagian dari kita :
Kita bekerja keras dan dapat gaji, makin keras bekerja makin banyak gaji. Tp uang itu lari ke beberapa tempat:
1. Ke Pajak
2. Ke Bank untuk kredit rumah/motor/mobil
3. ke dana pensiun/perencana keuangan untuk diserahkan ke orang-orang yang butuh modal
4. barulah sisanya untuk kita makan dan menyambung hidup

Beberapa minggu Lalu, saya melakukan simulasi yng hasilnya dengan gaji 7 juta/bulan kita hanya bisa memperoleh KPR 185 juta dan angsuran perbulannya 2,34 juta. Nah coba bayangkan, tinggal berapa gajimu
Gaji 7 juta
dikurangi Pajak
dikurangi 2,34 juta (by the way 185 juta dapat apa di kota besar seperti jakarta? )
dana pensiun?

Konyol? menurut saya konyol banget, kita kerja untuk diserahkan ke orang lain, KONYOL

3. Alhamdulillah, saya bisa bikin target baru:
berikut adalah target yang insya Allah akan saya capai maksimal 30 NOvember 2014
1. dua blog bahasa inggris yang saya kelola bersama 2 teman masing-masing bervisitor minimal 2.000 unique visitor/day yang kesemuanya didominasi oleh pengunjung dari US, Canada, UK, Australia dan negara-negara premium lainnya.

2. Galih dan mbak Min masing-masing punya blog bervisitor 7.000 unique visitor/day dan bisa mencairkan adsense setiap bulan

3.  blog kesehatan punya visitor 5.000 uv/day

4. Blog Android stabil di angka 11.000 Unique visitor/day

5. Membeli dan mempublish 2 aplikasi android dengan total install 100.000 user

6. Earning adsense (blog) yang saya kelola bersama tim adalah $3500 (cair pada tanggal 24 Desember 2014)



Target 2015. Boleh ya nyicil bikin target sekarang:

1. Punya Aset properti 1 Kos-kosan/Kontrakan
2. Punya Aset untuk membiayai haji ibu dan ayah saya (syukur-syukur bisa untuk nenek saya juga)
3. Punya aset untuk membiayai perbaikan rumah orang tua
4. bersama Tim Blogger saya, kami punya:

  • Income adsense $30.000 
  • 2 Blog home design engish, 1 Bog Tekno english, 1 blog tekno Indonesia, 2 Blogspot dan 2 aplikasi android tetep jalan


Read More »

Sabtu, 06 September 2014

Terobosan E Learning Percepatan Kualitas Sumber Daya Manusia

Darurat ketenagakerjaan sedang menghampiri Indonesia. Lima tahun terakhir jumlah pengangguran mengalami penurunan yang mengagumkan, tapi kita akan menemukan kekhawatiran jika membaca data ini lebih jauh dan memadukannya dengan kondisi saat ini. Sorotan utama pantas kita berikan pada lulusan perguruan tinggi yang terdidik dan terlatih namun terancam menjadi pengangguran. Bonus demografi berupa banyaknya usia produktif yang dimiliki Indonesia saat ini akan siap menghadirkan serentetan permasalahan stabilitas apabila tidak diarahkan dengan tepat. Menyiapkan tenaga kerja Indonesia untuk memenangkan pasar bebas ASEAN adalah hal mendesak yang harus segera dilakukan oleh semua pihak, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah sendiri agar kesejahteraan umum benar-benar terwujud.

Gambar 1. Data Ketenagakerjaaan di Indonesia
Data Ketenagakerjaan
sumber: bps.go.id (data diolah)

Teknologi Informasi dan komunikasi yang mampu menjangkau daerah luas dalam waktu sekejap dirasa mampu memberi solusi untuk mengoptimalkan bonus demografi. Tingkat keaktifan masyarakat Indonesia dalam berinternet merupakan modal besar menjadikan dunia maya sebagai medium transfer ilmu antara praktisi dan pemula. Fitur-fitur internet, bahkan yang gratis seperti facebook, twitter, dan youtube telah terbukti membantu meningkatkan kualitas hidup banyak orang, apalagi sekolah online yang berbayar. Hal besar bisa sangat mungkin terjadi jika pemerintah mau campur tangan secara aktif dan serius, misalnya menggenjot investasi untuk pemerataan akses dan peningkatan kualitas internet.

Masyarakat Eknomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community akan menjadikan Asia Tenggara sebagai pasar tunggal yang memiliki basis produksi dan mempunyai lima elemen utama. Kelima elemen tersebut adalah (1) Aliran bebas barang, (2) Aliran bebas jasa, (3) Aliran bebas investasi, (4) Aliran modal yang lebih bebas, serta (5) Aliran bebas tenaga kerja terampil. Aliran bebas ini tidak hanya memberi kebebasan tarif, tetapi juga non tarif.

Apabila meyandingkan data tenaga kerja dan sumber daya manusia maka kita akan menemukan kekhawatiran serius meski penurunan angka pengangguran terus terjadi. Menurut data UNDP, indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia pada tahun 2012 berada di peringkat 121, masih tertinggal dengan Filipina (114) dan Thailand (103), serta kalah jauh dari Malaysia (64), Brunei Darussalam (30), apalagi Singapura (18). Data terbaru yang dirilis PISA mengenai pendidikan juga membuat kita makin miris, peringkat Indonesia dalam hal pendidikan sains dan matematika adalah 64 dari 65 negara yang di survei PISA. Mau tidak mau, kondisi SDM seperti ini akan menjadi modal kita untuk berjuang memenangkan pasar terbuka ASEAN.

Kita harus mengakui bahwa pasar bebas memang sudah memberi dampak positif. Misalnya, sekarang rakyat kecil bisa menikmati murahnya hp china, para mahasiswa mampu membeli laptop yang murah buatan china untuk belajar dan mengerjakan tugas, dan ibu-ibu rumah tangga bisa membeli bawang putih yang murah dari China. Itu semua karena praktek pasar bebas yang tertuang dalam perjanjian ACFTA (ASEAN China Free Trade Area). Berbeda dengan ACFTA, Perjanjian MEA mempunyai fitur aliran bebas tenaga kerja terampil. Ini artinya, MEA bisa saja memindahkan jatah pekerjaan dari warga negara Indonesia ke warga negara asing yang lebih terampil.

Alih-alih pesimis menghadapi MEA, kita harus optimis memenangkannya. Kita tidak butuh penyesalan akan kondisi kita saat ini, yang kita butuhkan adalah keajaiban yang dipersiapkan dengan matang. Keajaiban seperti ini pernah tercatat beberapa kali dalam sejarah, misalnya kemenangan produsen mobil Jepang dalam merebut konsumen global, mengalahkan Amerika.

Ada satu terobosan yang mendesak untuk kita lakukan dalam rangka menghadapi pasar bebas. Terobosan tersebut yakni menciptakan E-learning yang mendidik siswa, tenaga kerja, dan pencipta lapangan kerja (termasuk UMKM) agar mampu bersaing secara global. Gagasan E-learning ini pernah disampaikan Wakil Presiden Boediono dalam konteks pendidikan tinggi. Dalam tulisan ini, penulis akan membahas bagamana proses E-learning berdasarkan pengalaman dan pengamatan yang telah penulis alami lalu mengusulkan sebuah sistem yang murah dan efektif untuk pemerintah.


E-learning untuk pendidikan yang lebih mudah, murah, dan berkualitas

Ada satu masalah klasik yang belum sepenuhnya terpecahkan di negeri ini. Masalah tersebut adalah pemerataan pendidikan. Negeri ini punya 3500an perguruan tinggi, tapi menurut Hendra Gunawan, guru besar FMIPA ITB, tak lebih dari 100 yang bermutu (Kompas, 08 Maret 2014). Kondisi tersebut jelas menyebabkan hanya sedikit lulusan kita yang mempunyai skill mumpuni. Hal ini menyebabkan tidak semua daerah di Indonesia memperoleh sumber daya yang berkualitas lantaran sedikitnya jumlah mereka. Akibat berikutnya dari kejadian tersebut adalah ketimpangan pembangunan dan kesejahteraan di berbagai daerah. Pemerintah memang sudah mengurangi ketimpangan ini dengan melaksanakan otonomi daerah atau transfer daerah melalui perimbangan keuangan. Tetapi, efek multipliernya akan jauh lebih besar jika kita juga bisa menyediakan SDM berkualitas untuk semua daerah. E-learning akan menjadi jawaban yang mudah dan murah atas persoalan ini.

E-learning atau belajar dengan medium internet bisa menjadi alternatif untuk percepatan pembangunan SDM di Indonesia. Kemampuannya untuk menjangkau daerah luas dalam waktu singkat serta biaya penyampaian informasi yang murah menjadi keunggulan tersendiri medium ini. Fakta bahwa pengguna internet bisa mengakses konten yang dibutuhkannya kapan saja sesuai keinginannya makin membuat dunia maya ini mengalahkan TV dan Radio. Laporan menarik mengenai pengguna internet di Indonesia disampaikan oleh Tech in Asia pada bulan Oktober 2013. Laporan tersebut menyebutkan bahwa 74,6 juta masyarakat Indonesia adalah pengguna internet dan 31,7 juta dari jumlah tersebut menggunakannya lebih dari 3 jam perhari. Total pengguna internet Indonesia akan mencapai 100 juta pada tahun 2015. Angka-angka ini menunjukkan bahwa internet bisa kita jadikan peluang untuk mendidik bangsa.

E-learning dalam konteks perguruan tinggi digambarkan dengan baik oleh Wakil Presiden Boediono di harian Kompas (03 Oktober 2013). Beliau mengatakan bahwa sistem E-learning skala nasional perlu dibangun. Sistem ini bisa membuat mahasiswa diseluruh penjuru tanah air mengakses paket pengajaran lengkap yang merupakan rangkaian kuliah satu semester, yang dibawakan oleh dosen atau infrastruktur terbaik di tanah air. Bayangkan jika gagasan tersebut dibuat, kita yang tidak diterima di perguruan tingggi favorit tetap bisa memperoleh pengajaran dari para dosennya, betapa hebat dan cepat penyebaran ilmu di negeri ini. Impian kita semua, sebagaimana dituturkan Pak Wapres akan benar-benar terwujud. Impian itu adalah suatu saat nanti setiap anak Indonesia dimanapun ia tinggal dan apapun latar belakang sosial ekonominya akan menikmati pendidikan bermutu sehingga bisa memaksimalkan potensinya untuk NKRI.


E-learning Untuk Pendidikan Formal

Praktek E-learning sudah dilakukan diberbagai tempat, baik di luar negeri maupun di Indonesia. Contoh E-learning yang bersifat formal adalah Edx.org yang menyediakan kuliah online gratis dari beberapa universitas top dunia seperti Harvard, MIT, dan Berkeley. Contoh di Indonesia adalah E-learning di Binus University.
Kita semua juga bisa menyediakan E-learning, tidak perlu menunggu menjadi institusi besar seperti EDX atau Binus. Kita bisa melakukan apa yang kita bisa dan membagikan pengetahuan yang kita miliki. Proses E-learning sederhana pernah penulis dan beberapa teman satu kampus lakukan dalam hal membantu lulusan SMA untuk belajar mempersiapkan tes di STAN. Hal ini tidak hanya kami lakukan, banyak pihak lain yang juga melakukannya. Ini artinya E-learning seperti ini cukup kompetitif sehingga memicu para penyedia untuk berlomba menghadirkan fitur terbaik.

E-learning yang kami geluti diakui bermanfaat karena memberikan akses kepada mereka yang kesusahan akses secara offline, misalnya di daerahnya tidak ada tempat bimbingan belajar USM STAN atau dia tidak punya kenalan mahasiswa STAN. Selain itu, karena biaya persiapannya sangat murah (tidak perlu sewa tempat, transportasi, dll) sistem seperti ini juga bisa menekan biaya sehingga sangat membantu mereka yang dari daerah dan belum bisa mengikuti bimbel offline yang memang mahal.

E-learning yang kami lakukan hanya bermodal facebook group (gratis) dan blog dengan hosting gratis di blogger sehingga sangat bisa menghemat biaya. Setelah berjalan lancar, sebagian besar pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peserta sudah dijawab langsung oleh peserta lain. Oleh karena itu kami cukup memantau dan melengkapi saja. Hal seperti ini juga banyak dilakukan oleh mahasiswa atau alumni perguruan tinggi lain di tanah air. Semakin banyak E-learning seperti ini, semakin besar pula kesempatan putra-putri bangsa ini dari kondisi ekonomi menengah ke bawah mendapat akses masuk perguruan tinggi terkemuka di tanah air dan tentunya bisa bersaing secara global.

Mari kita kembali ke gagasan Bapak Wakil Presiden tadi. Beliau menuturkan bahwa E-learning tersebut berisi paket kuliah satu semester yang dibawakan oleh infrastruktur atau dosen terbaik di tanah air. Sadarkah kita, bahwa kita bisa menciptakan ini dengan sangat cepat dan murah. Kita tidak perlu menunggu membuat website baru dengan biaya server, maintenance, dan keamanan yang tinggi seperti EDX.org. Pemerintah bisa melakukannya dengan mebuat E-learning di facebook group. Apabila ada restriksi akses di beberapa fitur dan dikelola dengan benar maka facebook group bisa menjadi E-learning yang didambakan oleh Pak Boediono.

Berikut adalah beberapa kelebihan kenapa pemerintah sebaiknya membuat E-learning di facebook group daripada membangun server sendiri dengan biaya mahal.

  1. Facebook gratis dan selamanya akan gratis
  2. Pemerintah tidak perlu membeli server, hosting, dan sejenisnya karena semua itu sudah disediakan oleh facebook. Kapasitas server facebook telah teruji di seluruh dunia. Hal ini memastikan server tidak akan down meskipun ada lonjakan akses saat mendekati ujian.
  3. Pemerintah tidak perlu menyewa ahli security dengan alasan keamanan sebagaimana website biasa karena facebook sudah memiliki sistem keamanan yang canggih.
  4. Fitur Facebook grup sangat mudah dipelajari
  5. Kiriman (update posting) di facebook group bisa muncul di timeline anggota apabila ada temannya yang berkomentar atau menyukai kiriman tersebut. Fitur ini membuat kemungkinan belajar dan membaca yang lebih tinggi.
  6. Sebagian operator seluler menggratiskan biaya akses ke facebook
  7.  File video, gambar, dokumen, dan lainnya bisa diunggah ke sini
  8. Survey Tech in Asia di tahun 2013 menunjukkan bahwa lebih dari 90% pengguna internet Indonesia yang berusia 15-30 tahun adalah pengguna facebook
Design E-learning yang cocok untuk ide pak wakil presiden adalah sebagai berikut:
Peraturan

  1. Semua post atau update di grup tersebut harus melalui otorisasi pengurus
  2. Pihak yang bisa membuat post adalah dosen terpilih dan pengurus, sementara dosen lain dan para mahasiswa bisa berkomentar di post tersebut
  3. Grup tersebut benar-benar untuk belajar, jadi harus ada sangsi bagi mereka yang berjualan atau melakukan spam

Content /isi

  1. Terdapat daftar isi yang memungkinkan peserta didik untuk bernavigasi dengan cepat. Grup ini akan menjadi seperti buku tetapi berbentuk multimedia yang bisa didapatkan dengan gratis
  2. Isi grup tadi adalah paket pengajaran lengkap yang disampaikan dalam bentuk video, deskripsi, dan dokumen (bentuknya banyak agar peserta punya banyak pilihan).
  3. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peserta akan di kompille menjadi semacam FAQ sehingga bisa digunakan untuk periode berikutnya dan mencegah pengulangan pertanyaan yang sama (FAQ bisa berbentuk video, deskripsi, atau dokumen)
  4. Satu grup hanya berisi satu mata kuliah selama satu semester

SDM yang dibutuhkan untuk setiap grup:
  1. Dosen terbaik yang menyampaiakn materi
  2. Dosen-dosen pembantu yang menjalankan fungsi sebagai backup dan control
  3. Operator yang merekam dosen dan juga mengconvertnya kedalam bentuk dokumen atau deskripsi
  4. Asisten dosen yang membantu dosen menjawab pertanyaan sehingga dosen hanya menjawab pertanyaan yang rumit
  5. Pengurus grup yang akan mengelompokkan pertanyaaan para mahasiswa untuk diserahkan ke asisten dosen kemudian dijadikan FAQ.
  6. Pengurus grup yang memastikan semua peraturan grup ditegakkan dan tidak ada spam.

Itu tadi desain E-learning untuk perguruan tinggi yang cocok dengan ide Pak Wapres Boediono. E-learning ini lebih bersifat memberikan tambahan wawasan kepada para mahasiswa, bukan menggantikan peran suatu kampus. Sementara proses penilaian, praktek, eksperimen, personal approach, dan pengembangan potensi masing-masing mahasiswa tetap dilakukan di kampus masing-masing.
Kelemahan E-learning facebook dan cara mengatasinya adalah sebagai berikut:
1. Selalu ada iklan yang muncul di facebook. Menurut penulis yang setiap hari membuka facebook, hal ini bukan suatu masalah karena kita sudah terbiasa sejak dulu. Ditambah lagi karena iklan di facebook sebagian besar targeted (sesuai dengan interest orang yang melihat iklan) sehingga iklan tadi tidak menyebalkan.

2. Biaya membuat grup facebook adalah gratis sehingga kemungkinan duplikasi sangat besar. Pemerintah harus mengatasi ini dengan cara memberi referensi kepada para mahasiswa mengenai grup mana yang merupakan grup resmi dari pemerintah. Referensi tersebut bisa berupa link (tautan) yang ditempatkan di website kementerian pendidikan, di buku diktat kuliah, atau melalui para dosen saat kuliah di kampus

3. Adanya spammer yang berjualan di komentar. Hal ini dikarenakan para spammer tertarik dengan jumlah mahasiswa yang tergabung di grup. Untuk mengatasi para spammer, dibutuhkan petugas khusus yang membanned siapa saja yang menaruh tautan spam di komentar.

4. Mahasiswa tidak tertarik dengan sistem e learning. Sebelum merasakan manfaatnya, para mahasiswa mungkin tidak tertarik dengan sistem ini. Pemerintah bisa mengatasi ini dengan cara mewajibkan semua mahasiswa di Indonesia untuk belajar melalui e learning

5. Facebook group tidak ditemukan di google dan mesin pencari lainnya. Hal ini dikarenakan system facebook yang menghadang mesin pencari untuk mengakses facebook group. Seiring berjalannya waktu, hal ini tidak akan menjadi masalah karena aka nada banyak website/blog yang mereview proyek pemerintah ini dan memberikan link menuju facebook group yang bersangkutan

Sistem e learning ini bisa juga merambah sampai ke kegiatan kemahasiswaan di luar perkuliahan. Misalnya ada satu grup khusus yang isinya membahas dan mempromosikan kegiatan para mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Acara-acara yang ada di grup tersebut tentu bisa menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa di Indonesia untuk mengadakan acara serupa dan mempermudah para sponsor untuk memilih acara yang berkualitas untuk mereka danai.


E Learning Untuk Pendidikan Non Formal

E-learning via facebook group juga banyak kita temui, misal anda yang fokus ke UMKM bisa ikut grupnya praktisi UMKM Dita Nadia secara gratis. Kelemahan dari E-learning di facebook adalah apabila kita tidak punya referensi bisa jadi kita masuk ke grup-grup yang mati atau sudah tidak diurus lagi. Terlepas dari hal itu, E-learning seperti ini bisa menjadi tempat yang asyik untuk saling berbagi ilmu, menjual fitur premium, dan memperlebar jaringan. Agar lebih canggih dan bermanfaat, sistem pembelajaran online sebaiknya tidak hanya melalui grup di facebook, tapi juga diperluas misalnya dengan fitur seminar online (webinar) dan konsultasi tatap muka via online.

Bayangkan jika praktisi-praktisi kita mau berbagi secara online, mereka dapat saling bertukar cerita baik kepada praktisi lain maupun orang-orang yang baru masuk ke bidang tersebut. Bayangkan, betapa cepatnya pertukaran informasi dan pendidikan yang terjadi di negeri ini. Pendidikan seperti ini juga sangat menarik karena mempertemukan langsung antara praktisi dan muridnya. Sekali lagi, bayangkan jika petani ketela di Lampung dan Jawa bisa saling berbagi secara online, betapa cepat best practice itu dapat dirtiru untuk memajukan kesejahteraan bangsa.

Pada akhirnya nanti cara-cara mengefisienkan biaya dan memberi nilai tambah suatu produk akan mudah dicontoh. Kalau praktisi tidak mau membagikannya secara gratis, dia bisa membuatnya secara berbayar. Tetapi kalau praktisi terlalu kerepotan membuat sekolah onlinenya, kenapa tidak pemerintah saja yang memulainya. Pemerintah merekam dan mewawancarai orang-orang sukses di bidangnya beserta proses yang dilakukannya lalu menyebarkan ke seluruh penjuru negeri melalui internet.
Jika anda seorang praktisi, segeralah online sekarang dan kunjungi tempat berkumpulnya orang-orang yang tertarik dengan bidang anda. Lakukanlah self branding dengan membagikan teknik-teknik terbaik untuk survive, awalilah dengan yang gratis. Jika orang-orang mengakui bahwa teknik tadi sangat bermanfaat maka anda bisa menjual fitur premium. Mulailah sekarang, semua pihak akan untung. Orang-orang akan mendapat ilmu baru dari anda dan negara ini mempunyai pengusaha dan tenaga kerja yang lebih siap menghadapi globalisasi.

Sistem E-learning tidak hanya mencakup skala nasional. Kita bisa belajar membangun website dari praktisi Amerika tanpa perlu ke sana, belajar langsung dari dosen Harvard, dan hal menarik laiinnya. Semua itu bisa kita akukan hanya dengan satu medium murah bernama internet.
Mengingat jangkauan dan manfaatnya, E-learning adalah hal yang mendesak kita lakukan. Sementara pemerintah sedang mengupayakan gagasan Pak Wakil Presiden Boediono, mari kita menciptakan E-learning di bidang kita masing-masing. Mari kita ikut serta membangun bangsa ini dengan kemampuan yang kita miliki.


Daftar Bacaan
Penduduk berumur 15 tahun ke atas menurut jenis kegiatan, tahun 2004-2013 (bps.go.id, diakses 28 Maret 2014)
Cetak Biru Komunitas Ekonomi Asean (Smecda.com, diakses 6 September 2014)
2013 Human Development Report (hdr.undp.org, diakses 28 Maret 2014)
Indonesia Kids don’t know how stupid they are (portraitindonesia.com, diakses 6 September 2014)
Boediono: Pendidikan Bagi semua (Kompas, 03 Oktober 2013)
Hendra Goenawan: Kinerja Riset Perguruan Tinggi Kita (Kompas, 08 Maret 2014)
SBO With Nadia : Facebook Group (diakses 28 Maret 2014)
Read More »

Jumat, 25 Juli 2014

Setiap Keputusan adalah Pilihan, ada sebab dan konsekuensinya

Hari ini saya akan berbagi pikiran mengenai keputusan. Sebelum ke pembahasan saya akan berbagi beberapa kabar gembira dulu, Alhamdulillah, Maha besar allah dengan segala kuasanya:
1. Ada pengumuman TKD untuk STANers 2010 yang lulus 2013 maupun 2014. Dengan asumsi pe;aksanaan  TKD adalah maksimal 2 bulan setelah pengumuman, insyaallah kami TKD maks 21 Sept 2014. Insha Allah, Alhamdulillah

2.  Kawan SMA saya resmi diangkat jadi pegawai pertamina, That is very good news, Alhamdulillah

3. Saya makin fokus di Internet Marketing, Alhamdulillah blog yang saya kelola sudah mencapai target. 9000 Uv/day. sekarang tinggal menduplikasi caranya  dan melakukan improving:), Alhamdulilah

Kembali ke Topik
Kehidupan kita penuh dengan keputusan, setiap detik kita memutuskan. Mulai dari kita bangun jam berapa, makan berapa sendok, itu juga sudah merupakan keputusan. Bahkan saat kita memutuskan untuk tidak mengambil keputusan, sebenarnya kita telah memutuskan. iya, memutuskan untuk menunda.

Menunda adalah pekerjaan Loser, menunda itu berbeda dengan menschedule yah

Ada reason dan impact, ada sebab dan akibat, ada alasan dan keinginan dari semua keputusan. Misalnya, saat kita memilih kuliah di STAN pasti ada sebabnya. ada alasnnya, ada reasoningnya, misalnya karena kekurangan biaya, STAN merupakan kampus bergengsi, pekerjaan sulit, tidak diterima di univ lain, atau dipaksa oleh keluarga. Keinginan  dan tujuannya juga bisa bermacam-macam, misalnya: agar langsung kerja atau membahagiakan keluarga

Saya akan fokus ke sebab dan akibat untuk beberapa hal ya

1. ada reason dan impact saat orang searching di google. Apabila orang-orang tidak menemukan jawaban untuk reasonnya di web agan, impactnya adalah googleakan menurunkan blog agan :)

< ----- >
Tulisan berakhir di sini, saya temukan dalam bentuk draft dan saya lupa apa lanjutannya :)



Read More »

Sabtu, 10 Mei 2014

Senandung Rindu

Bismillah. Sekarang saya bukanlah anak kuliahan lagi, bukan anak sekolahan. Setelah selesai magang di Pemda DKI kuputuskan masuk dunia SEO. Tidak magang. Sambil menunggu TKD STAN

Beberapa hari ini saya gagal fokus. seolah-olah do nothing. jadi saya tuliskan saja disini, biar saya tidak merasa get Nothing.

Apa perkembangan yang sudah saya peroleh:
1. saya ingin bertemu dengan teman-teman yang berkecimpung di dunia SEO
Alhamdulillah sudah kopdar 2x, baik dengan blogger bahasa Indonesia maupun blogger bahasa inggris

2. Punya blog 1.500 Unique Visitor/day
yay, ini terkabul bulan ini bisa nembus 1600 uv/day. emang earningnya ga seberapa. tapi kan bisa buat semangat. Kalau blg Indo kita harus punya 8.000 uv/day buat punya gaji setara dengan UMR jakarta. Ntar langsung discalling gitu :)

 3. Timeline FBku dipenuhi para internet marketer
Yap, ini juga terkabul loh :)sekarang Timelineku isinya para internet marketer.

4. Berkenalan dengan internet Marketer
yap, saya bisa berkenalan dengan mereka yang sudah menekuni internet marketing melalui facebook


Apa yang belum saya peroleh:
1. Penghasilan perbulan
2. Murid :) *pengen berbagi kalau udah bisa
3. 2 Blog Bahasa inggris dengan @10.000 Uv/day
4. 1 Blog bahasa indonesia dengan 8.000 uv/day dan 10 blog bhs indonesia dengan @1000 uv/day
5. menjual 1.000 ebook USM STAN :)
6. punya blog tentang intregrated farming dan case study macroeconomics :)


apa yang saya korbankan (Trade Off) untuk internet marketing ini?
1. Magang di KAP/KKP/dsj dengan gaji 2-4 juta + fasilitas jalan-jalan
2. Biaya author. selama ini saya membayara penulis karena ingin fokus ke SEO
3.Waktu :)
4. Biaya internet
5. interest saya dibidang manajemen, ekonomi dan searah harus terpecah ke SEO, sekarang hampir semua blog, youtube, dan webinar yang saya ikuti adalah tentang SEO

Apa keinginan besar saya
Saya ingin membangun blog dengan teknik content marketing :)

Apa yang berubah dengan saya sekarang?
i'm feeling alone, i miss my college, my friends, my IC, my Mentoring, and so on :)
aku sekarang juga ngga punya pandangan dengan siapa akan menikah nanti, really blank, sekarang saya harus mengikuti kata salah satu guru saya: Yang penting itu bukan dengan siapa kamu akan menikah, tetapi yang terpenting adalah dengan orang yang seperti apa (ini redaksi bebas yah). Payahnya saya ngga pernah ngelist kriteria calon istri. Oke ayo kita buat

Senandung Rindu: 
i'm feeling alone, i miss my college, my friends, my IC, my Mentoring, and so on :)

What I want? What really i want in 2 month?
1. Lulus TKD
2. Punya 2 blog indo niche, @10.000 uv/day dan 20 blog byangan @1000 uv
3. Punya 2 blog inggris @10.000 uv/day
4. Punya GSA SER
5. mengajarkan ilmu internet marketing saya
6. menjual 1000 buku USM STAN dan 1000 ebook USM STAN :)

I miss my special one (i don't know who is she :D, i have never know, i prepare my self for the time we will meet for 1st) ,
i miss my college, my friends, my IC, my Mentoring, and so on :)
Read More »

Rabu, 30 April 2014

Bog Indonesia untuk google adsense?

Nasib blog bhs Indo:
setiap harinya ada 1.000 pengunjung baru dan 1700-2000 pageview, kalau di pasang iklan Yllix maka akan dapat $0,5/day kalau google ads antara 0,6 - $1

hmm coba bayangkan kalau artikelnya tentang jualan, kita jualan gitu, konversinya 1% dari pengunjung baru aja pasti lumayan.
bedanya:
1.  kalau pasang iklan kita ga usah ngurus WA, BB, dan sms kalau jualan ya harus (padahal internet marketer itu ngomongnya otomatisasi, pasiv income, kalau bisa pake tool kenapa harus manual -_-)
2. kalau pasang iklan itu gajiannya akhir bulan, kalau jualan ada cashflow perday

kebanyakan KW blog indo itu isinya blog yang dibangun dengan teknik spammy link building (alat yang dipake  seperti GSA SER)

Kata glenn Viperchill kalau KW halaman 1 masih diisi spamer dan isinya nama domain dioang itu artinya bisa dilawan*
jadi jangan kebalik logikanya, wih ini webnya hebat nama domain aja muncul di pageone (* saya pakai konjungsi "dan" bukan "atau")

teknik content marketing juga ga pas kalau buat blog google ads, on page yang sangat hati-hati biasanya nangkring di page 2 (sambil doa ada orang yang menemukanny di google lalu dia ga langsung balik tapi lihat2 yang lain --> terus blog kita naik di SERP)
______________________________________________________
FAQ:
1. kayaknya blog indoHigh CPCnya kok? misal keyword cara membuat aplikasi android CPCnya 34.000, Spesifikasi Sony Xperia Z Ultra 90.000 (CPC pada bulan April 2014, sekarang mungkin berubah)
oke harus saya akui iya.
tapi itu kayaknya akal-akalan publisher doang deh, lha wong saya biasnya nemu CPC tinggi terus keyword turunanya cuma ratusan rupiah -_- #Sedih
2.

Read More »