Jumat, 25 Juli 2014

Setiap Keputusan adalah Pilihan, ada sebab dan konsekuensinya

Hari ini saya akan berbagi pikiran mengenai keputusan. Sebelum ke pembahasan saya akan berbagi beberapa kabar gembira dulu, Alhamdulillah, Maha besar allah dengan segala kuasanya:
1. Ada pengumuman TKD untuk STANers 2010 yang lulus 2013 maupun 2014. Dengan asumsi pe;aksanaan  TKD adalah maksimal 2 bulan setelah pengumuman, insyaallah kami TKD maks 21 Sept 2014. Insha Allah, Alhamdulillah

2.  Kawan SMA saya resmi diangkat jadi pegawai pertamina, That is very good news, Alhamdulillah

3. Saya makin fokus di Internet Marketing, Alhamdulillah blog yang saya kelola sudah mencapai target. 9000 Uv/day. sekarang tinggal menduplikasi caranya  dan melakukan improving:), Alhamdulilah

Kembali ke Topik
Kehidupan kita penuh dengan keputusan, setiap detik kita memutuskan. Mulai dari kita bangun jam berapa, makan berapa sendok, itu juga sudah merupakan keputusan. Bahkan saat kita memutuskan untuk tidak mengambil keputusan, sebenarnya kita telah memutuskan. iya, memutuskan untuk menunda.

Menunda adalah pekerjaan Loser, menunda itu berbeda dengan menschedule yah

Ada reason dan impact, ada sebab dan akibat, ada alasan dan keinginan dari semua keputusan. Misalnya, saat kita memilih kuliah di STAN pasti ada sebabnya. ada alasnnya, ada reasoningnya, misalnya karena kekurangan biaya, STAN merupakan kampus bergengsi, pekerjaan sulit, tidak diterima di univ lain, atau dipaksa oleh keluarga. Keinginan  dan tujuannya juga bisa bermacam-macam, misalnya: agar langsung kerja atau membahagiakan keluarga

Saya akan fokus ke sebab dan akibat untuk beberapa hal ya

1. ada reason dan impact saat orang searching di google. Apabila orang-orang tidak menemukan jawaban untuk reasonnya di web agan, impactnya adalah googleakan menurunkan blog agan :)

< ----- >
Tulisan berakhir di sini, saya temukan dalam bentuk draft dan saya lupa apa lanjutannya :)